Langsung ke konten utama

Profil Pramono Anung dan Rano Karno: Perjalanan Karir dan Visi Misinya untuk Jakarta




Jakarta - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta akan segera berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2025-2029 pada 23 September 2024. Pasangan nomor urut satu, Ridwan Kamil-Suwono (RIDO), pasangan nomor urut dua Dharma Pongrekun-Kun Wardhana (Dharma-Kun), dan pasangan nomor urut tiga, Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel). 


Dalam artikel ini, akan mengulas profil dari pasangan nomor urut tiga, Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel), mulai dari latar belakang pendidikan, pengalaman, serta visi-misinya untuk masa depan Jakarta lima tahun kedepan.


Profil Pramono Anung 

Lahir di Kediri, Jawa Timur pada 11 Juni 1963, Pramono Anung Wibowo atau biasa dipanggil 'Mas Pram' adalah seorang politikus yang memulai karier politiknya sebagai anggota DPR RI. Pada tahun 2000, Ia menjabat sebagai Wakil Sekjen PDIP. Pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, Ia terpilih menjadi Wakil Ketua DPR RI periode 2009-2014. Tak hanya itu, Pramono kembali menjabat sebagai mantan Sekretaris Kabinet pimpinan Joko Widodo sejak tahun 2015 dan dipercaya kembali menjadi Sekretaris Kabinet Indonesia pada pemerintahan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada 22 Oktober 2019.


Dalam perjalanan pendidikannya, Mas Pram merupakan seorang lulusan pendidikan sarjana Teknik Pertambangan Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 1988. Selain itu, Ia pun juga melanjutkan pendidikannya sebagai Magister Manajemen di Universitas Gadjah Mada (UGM) pada 1990–1992. Tak hanya itu, Mas Pram juga menyandang gelar doktor Ilmu Komunikasi Politik di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung pada 11 Januari 2013. 


Profil Rano Karno

Lahir di Jakarta pada 8 Oktober 1960, Rano Karno atau yang biasa disebut 'Si Doel' adalah seorang aktor, politikus, sekaligus sutradara. Dalam karir politiknya, Rano Karno pernah menjadi Wakil Bupati Tangerang periode 2008-2013, dilanjut tahun 2011 Rano Karno juga pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Banten bersama Ratu Atut Chosiyah yang kemudian menjadi pelaksana tugas Gubernur Banten pada 28 Agustus 2014. Pada tahun 2024, Ia kemabli mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta bersama Pramono Anung yang diusung oleh PDIP dan Partai Hanura. Dalam karirnya di dunia hiburan, Rano Karno juga berperan sebagai aktor. Film pertamanya yaitu Malin Kundang (Anak Durhaka) tahun 1971, film Si Doel Anak Betawi tahun 1972, hingga pada tahun 1990 Rano Karno beralih ke penyutradaraan dengan adaptasi serial Si Doel Anak Sekolahan.

Dikutip dari detikcom, dalam perjalanannya di dunia pendidikan, Rano Karno bersekolah di Strada Van Lith pada jenjang Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama dan dilanjutkan ke SMA Negeri 6 Jakarta yang berada di wilayah Bulungan, Jakarta Selatan. Tak sampai di situ, RAno Karno melanjutkan juga pendidikannya ke jenjang perkuliahan. Ia merupakan lulusan Sarjana 1 Ilmu Politik di Sekolah Tinggi Ilmu Pemerintahan Abdi Negara (STIP AN).


Visi Misi Pram-Doel untuk Jakarta

Di Tahun 2024 ini, Pramono Anung dan Rano Karno merupakan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta periode 2025–2029. Mereka ditetapkan sebagai pasangan nomor urut tiga dan didukung oleh PDIP dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan slogan utamanya 'Jakarta Menyala, Bersama Kita Wujudkan Harapan'.

dikutip dari Pramdoel.com pasangan nomor urut tiga ini memiliki visi, yaitu Jakarta kota yang menyejahterakan warganya, menjadikan Jakarta sebagai pusat ekonomi yang kuat dan berdaya saing global, dengan kebahagiaan dan kesejahteraan yang merata bagi seluruh warganya. Melalui visi tersebut lahirlah misi-misi sebagai berikut:

1. Mewujudkan masyarakat modern megapolitan yang berdaya dan sejahtera.

2. Mewujudkan ekonomi inovatif dengan pembangunan dan akses merata ke sumber daya.

3. Mewujudkan manajemen kota modern yang akuntabel dan responsif untuk optimalisasi layanan publik.

4. Mewujudkan ruang aman, nyaman, dan berkualitas untuk masyarakat.

5. Mendukung kegiatan ekonomi, sosial dan budaya yang berkelanjutan.


Penulis: Azkal Azkia Nurrohmat

Foto: Instagram @pramonoanungw

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Berkampanye di Tebet, Pramono Anung Menjelaskan Permasalahan Transportasi hingga Pendataan Masyarakat

Jakarta -  Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, berkampanye di Tebet Eco Park, Jakarta pada Sabtu (12/10/2024) sore. Dalam kampanye tersebut Pramono Anung menyampaikan beberapa program kerjanya sebagai Gubernur jika terpilih nanti. Selain itu, terdapat juga sesi tanya-jawab kepada masyarakat yang turut hadir menyaksikan kampanye. Dalam kampanye tersebut, Pramono Anung menyampaikan program-programnya jika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta nanti. Tak hanya itu, Ia juga menanggapi permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat ketika sesi tanya-jawab. Memperjuangkan 15 Golongan Gratis Naik MRT  dan LRT Menyoal kemacetan Jakarta, Pramono Anung, berencana memperjuangkan 15 golongan untuk bisa naik MRT dan LRT secara gratis. Hal tersebut dilakukan untuk bisa mengurangi jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta tempat mereka bekerja. "Yang saya lakukan, supaya warga yang 15 golongan dibebaskan, pembebasannya tidak hanya naik bis (TransJakarta), tetapi MRT dan LRT," u...

Mengenal Program Riverway versi Ridwan Kamil, Pengertian hingga Penerapannya di Jakarta

                            Jakarta - Calon Gubernur Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil, mengusulkan ide membuat riverway atau transportasi di atas sungai sebagai salah satu upaya mengatasi kemacetan di Jakarta. Usul tersebut disampaikan dalam sesi debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.  Dalam rencananya tersebut, Ridwan Kamil akan mencoba berinovasi membuat riverway atau perahu yang melintasi 13 sungai di Jakarta jika dirinya terpilih menjadi pemimpin Jakarta nanti. Lalu, apa yang dimaksud dengan  riverway ? Mari simak penjelasan seputar riverway dan potensinya untuk menyelesaikan macet di Jakarta. Pengertian Riverway Bagi pengguna transportasi umum, mungkin sudah sering mendengar istilah busway atau jalur bus, sedangkan untuk  riverway, masih kurang umum di Indonesia. Lantas, apa itu riverway ?  Secara sederhana, riverway adalah jalur sungai yang dapat dilayari un...