Jakarta - Calon Gubernur Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil, mengusulkan ide membuat riverway atau transportasi di atas sungai sebagai salah satu upaya mengatasi kemacetan di Jakarta. Usul tersebut disampaikan dalam sesi debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.
Dalam rencananya tersebut, Ridwan Kamil akan mencoba berinovasi membuat riverway atau perahu yang melintasi 13 sungai di Jakarta jika dirinya terpilih menjadi pemimpin Jakarta nanti. Lalu, apa yang dimaksud dengan riverway? Mari simak penjelasan seputar riverway dan potensinya untuk menyelesaikan macet di Jakarta.
Pengertian Riverway
Bagi pengguna transportasi umum, mungkin sudah sering mendengar istilah busway atau jalur bus, sedangkan untuk riverway, masih kurang umum di Indonesia. Lantas, apa itu riverway? Secara sederhana, riverway adalah jalur sungai yang dapat dilayari untuk transportasi.
Riverway digunakan untuk berbagai keperluan transportasi, terutama untuk memfasilitasi lalu lintas perahu, kapal, atau tongkang di sepanjang sungai.
Riverway sebagai Jalur Transportasi
Fungsi utama riverway adalah sebagai jalur transportasi barang dan penumpang, terlebih di wilayah yang tidak memiliki akses jalan darat yang memadai. Selain itu, riverway juga mendukung perdagangan antar wilayah, sebagai contoh, Sungai Mississippi di Amerika Serikat. Namun, jika riverway digunakan sebagai jalur transportasi alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta, apakah ide tersebut realistis untuk diterapkan? Apalagi, mengingat kondisi sungai di Jakarta yang mengalami pencemaran limbah.
Potensi Pembangunan Riverway di Jakarta
Ide pembangunan transportasi sungai yang diusulkan Ridwan Kamil antara lain ada tiga ruas sungai yang bisa dilalui riverway, yaitu sungai Banjir Kanal Timur (BKT), Banjir Kanal Barat (BKB), dan Ciliwung. Namun, terdapat tiga permasalahan umum yang harus dipertimbangkan dalam rencana pembangunan riverway tersebut. Penjelasannya sebagai berikut:
1. Pencemaran limbah menjadi masalah serius di sepanjang aliran sungai di Jakarta.
Berdasarkan Laporan Pemantauan Kualitas Lingkungan Air Sungai Provinsi DKI Jakarta Tahun 2023 yang dikeluarkan oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, rata-rata sungai di Jakarta tercemar dari fase sedang dan berat. Sebagai contoh, sampah kiriman di Sungai Ciliwung menumpuk di Pintu Air Manggarai.
2. Pendangkalan Sungai
Pendangkalan sungai di Banjir Kanal Timur (BKT) Jakarta bisa berpotensi menghambat laju transportasi air, sebut saja perahu yang memerlukan debit air stabil. Setidaknya, diperlukan upaya pengerukan agar tak terjadi pendangkalan.
3. Bau Tak Sedap Akibat Banyaknya Jamban
pinggir sungai Jakarta berpotensi menganggu indera penciuman, masalah ini juga dapat mengurangi minat pengguna transportasi karena pemandangan yang kurang elok.
Meski terobosan pembangunan riverway bisa menjadi solusi alternatif yang efektif mengurangi kemacetan, upaya ini memiliki tantangan yang cukup besar dan memerlukan pertimbangan serius dari pemerintah yang hendak merealisasikannya untuk mewujudkan sistem transportasi umum yang berkelanjutan.
Nah, itulah pengertian dan fungsi riverway serta penjelasan singkat tentang potensi pembangunannya di Jakarta. Semoga menambah pemahamanmu.
Penulis: Novita Lestari
Foto: Azkal Azkia Nurrohmat
Komentar
Posting Komentar