Langsung ke konten utama

Berkampanye di Tebet, Pramono Anung Menjelaskan Permasalahan Transportasi hingga Pendataan Masyarakat





Jakarta - Calon Gubernur Jakarta nomor urut 3, Pramono Anung, berkampanye di Tebet Eco Park, Jakarta pada Sabtu (12/10/2024) sore. Dalam kampanye tersebut Pramono Anung menyampaikan beberapa program kerjanya sebagai Gubernur jika terpilih nanti. Selain itu, terdapat juga sesi tanya-jawab kepada masyarakat yang turut hadir menyaksikan kampanye.

Dalam kampanye tersebut, Pramono Anung menyampaikan program-programnya jika terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta nanti. Tak hanya itu, Ia juga menanggapi permasalahan yang disampaikan oleh masyarakat ketika sesi tanya-jawab.

Memperjuangkan 15 Golongan Gratis Naik MRT  dan LRT


Menyoal kemacetan Jakarta, Pramono Anung, berencana memperjuangkan 15 golongan untuk bisa naik MRT dan LRT secara gratis. Hal tersebut dilakukan untuk bisa mengurangi jumlah kendaraan yang masuk ke Jakarta tempat mereka bekerja.

"Yang saya lakukan, supaya warga yang 15 golongan dibebaskan, pembebasannya tidak hanya naik bis (TransJakarta), tetapi MRT dan LRT," ujar Pramono Anung.

Pramono juga menyebut TransJakarta dinilai belum cukup untuk mengatasi kemacetan di Jakarta. Menurutnya, upaya yang harus dilakukan ialah Transjabodetabek.

Hal tersebut diungkapkan mengingat hampir 4 sampai 5 juta penduduk di luar Jakarta memakai transportasi pribadi untuk bekerja di Jakarta. Masih kurangnya koneksi transportasi antara rumah dan kantor tempat mereka bekerja dinilai menjadi problem kemacetan Jakarta.

Meningkatkan Produktivitas Kantor


Pramono menjelaskan terkait pendekatan Gen Z dan Milenial dalam bekerja dengan menyesuaikan gaya kerja mereka yang banyak beraktivitas di depan gadget. Hal tersebut harus dilakukan karena berdasarkan pengalaman naiknya produktivitas bekerja anak muda yang terbukti ketika masa pandemi.



"Berpikir anak-anak ini totally different. Work From Everywhere, bisa kerja di mana saja hasilnya jauh lebih bagus. Pengalaman saat pandemi, mereka (anak muda) mengusulkan di kantor kalau dibuat 5 hari kerja, 3 hari di rumah, 2 hari di kantor dengan jaminan produktivitasnya pasti naik, dan betul," jelas Pramono Anung.

Menyoal Masalah Pendataan yang Buruk


Tak hanya itu, dalam sesi tanya-jawab lainnya, Pramono menjelaskan juga terkait pendataan struktur organisasi masyarakat yang buruk. Di mana semua pendataan terpusat di Rawa Bunga dan bukan di daerahnya masing-masing.

"Problem utamanya, yaitu pendataannya buruk sekali. orang yang dapat KJP tiba-tiba hilang (datanya) ketika mau mengadu, di mana? Kelurahan? Kecamatan? nggak tahu, semuanya di Rawa Bunga," kata Pramono.

Penulis: Azkal Azkia Nurrohmat

Foto: Azkal Azkia Nurrohmat


Postingan populer dari blog ini

Profil Pramono Anung dan Rano Karno: Perjalanan Karir dan Visi Misinya untuk Jakarta

Jakarta - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta akan segera berlangsung. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan nomor urut pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2025-2029 pada 23 September 2024. Pasangan nomor urut satu, Ridwan Kamil-Suwono (RIDO), pasangan nomor urut dua Dharma Pongrekun-Kun Wardhana (Dharma-Kun), dan pasangan nomor urut tiga, Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel).  Dalam artikel ini, akan mengulas profil dari pasangan nomor urut tiga, Pramono Anung-Rano Karno (Pram-Doel), mulai dari latar belakang pendidikan, pengalaman, serta visi-misinya untuk masa depan Jakarta lima tahun kedepan. Profil Pramono Anung  Lahir di Kediri, Jawa Timur pada 11 Juni 1963, Pramono Anung Wibowo atau biasa dipanggil 'Mas Pram' adalah seorang politikus yang memulai karier politiknya sebagai anggota DPR RI. Pada tahun 2000, Ia menjabat sebagai Wakil Sekjen PDIP. Pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono, Ia terpilih menjadi Wakil Ketua DPR RI peri...

Mengenal Program Riverway versi Ridwan Kamil, Pengertian hingga Penerapannya di Jakarta

                            Jakarta - Calon Gubernur Jakarta nomor urut satu, Ridwan Kamil, mengusulkan ide membuat riverway atau transportasi di atas sungai sebagai salah satu upaya mengatasi kemacetan di Jakarta. Usul tersebut disampaikan dalam sesi debat perdana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jakarta 2024.  Dalam rencananya tersebut, Ridwan Kamil akan mencoba berinovasi membuat riverway atau perahu yang melintasi 13 sungai di Jakarta jika dirinya terpilih menjadi pemimpin Jakarta nanti. Lalu, apa yang dimaksud dengan  riverway ? Mari simak penjelasan seputar riverway dan potensinya untuk menyelesaikan macet di Jakarta. Pengertian Riverway Bagi pengguna transportasi umum, mungkin sudah sering mendengar istilah busway atau jalur bus, sedangkan untuk  riverway, masih kurang umum di Indonesia. Lantas, apa itu riverway ?  Secara sederhana, riverway adalah jalur sungai yang dapat dilayari un...